Gurun pasir dia tengah sebrangi, sekali waktu batu karang kasar dia tiduri, asin air laut dia kantongi, hingga kesadaran datang kembali dia pun terdiam, hatinya berbisik tentang kerinduan mendengar burung gereja bernyanyi dan lenguhan kerbau disawah menyemangati, menikmati walau sesaat kucuran air yang jatuh dari air terjun di desa sebelah, dia ingin lebih jauh lagi menikmati, raganya lumpuh, langkahnya tertatih, jemari tangan menari seolah tengah berdansa dengan senar gitar, dia bermimpi lagi, dan kemudian mati dia tahu akan datang sebentar lagi...
Sabtu, 18 Februari 2012
Kerinduan di Gurun Pasir
Posted by Gamping Mengidul on 01.09. coretan hati,Kerinduan di Gurun Pasir - No comments
0 komentar:
Posting Komentar