Rabu, 15 Februari 2012

Anak Penjelajah

Anak kecil itu berlarian, nampak jelas di jidatnya cita cita hendak menjadi pelari maraton, tak hanya waktu dia seberangi dengan derap langkah, tak hanya alam, laut dan gunung dia tapaki dengan senyum dan sesekali gelak tawa, dia berhenti sebentar di atas puncak salah satu gunung jauh di barat sana, hanya untuk menarik nafas dalam sejenak, ternyata dunia tak kecil seperti yang di gambarkan diatas bola dunia, terlalu luas untuk anak kecil, dia ingat kata gurunya kalau pintu dunia ada di buku, dia mulai belajar agar mudah menjelajahi dunia, nanti kalau mimpi ini sudah berakhir...

0 komentar:

Posting Komentar